RSS

Masyarakat Madani

05 May

sabtu kemarin pada tanggal 4 mei di kampus STAN terdapat acara tabligh akbar yang di selenggerakan oleh IMM Great Event. Dan tabligh akbar ini sebagai acara pamungkas dari IMM Great Event. jazakumullah khoiron katsiran buat panitia yang menyelenggarakan tabligh akbar :)

acara tabligh akbar ini direncanakan mengundan 3 pembicara sekaligus, bapak Adhyaksa dault, bapak hidayat nur wahid dan bapak muhammad thamrin. namun karena disebabkan suatu halangan bapak adhyaksa dault tidak bisa menghadiri tabligh akbar. dibuka pertama dengan tausiah dari bapak muhammad thamrin suasana student center pun menjadi meriah dengan canda tawa dari bapak muhammad thamrin.

selanjutnya acara dilanjutkan dengan tausiah dari bapak hidayat nur wahid. inilah saat yang ditunggu-tunggu. sesuai dengan tema tabligh akbar beliau membawakan tausiah mengenai masyarakat madani.

sesuai dengan namanya masyarakat madani itu merujuk pada suatu masyarakat pada zaman rasulullah shallallahu alahi wasallam, yaitu masyarakat madinah. masyarakat yang selalu menghadirkan ketenangan, kentetraman dan kerinduan. ada beberapa sahabat rasulullah yang tinggal di pinggiran madinah yang letaknya sedikit jauh dengan perkampungan rasulullah shallallahu alahi wasallam meminta kepada beliau untuk tinggal bergabung dengan masyarakat madinah lainnya karena begitu rindunya dan begitu indahnya masyarakat madinah saat itu. namun rasulullah menyuruh sahabat untuk tetap tinggal disana, karena dengan tinggalnya sahabat disana akan membawa kebaikan yang lain untuk umat muslim.

ciri-ciri masyarakat madani yang pertama adalah bukanlah masyarakat yang medeni (yang artinya menakutkan). bukan masyarakat yang membawa kegelisahan ditengah-tengah masyarakat. namun masyarakat yang membawa kedamaian dan ketentraman. dan bukan masyarakat yang hobinya berperang. pada jaman rasulullah shallallahu alahi wasallam, mereka berperang bukan karena merekalah yang memulai, namun kaum kafirlah yang memulai peperangan untuk memerangi kaum muslimin. padahal kita tahu masayarakat madinah atau masyarakat muslim mencoba untuk berperilaku adil dan menjaga kedamaian dengan kaum kafir. hal ini seperti ditunjukkan dengan adanya perjanjian antara rasulullah shallallahu alahi wasallam dengan kaum kafir untuk saling menjaga kedamaian, untuk tidak berperang. sehingga diharapkan masyarakat madani itu dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, tentram dan aman tanpa ada peperangan ataupun konflik.

ciri-ciri yang kedua adalah masyarakat madani itu bukan masyarakat yang madani (seperti pembentukan kata maido atau yang artinya mengkritik, mencela, atau tidak menerima kebaikan dari manapun, merasa paling benar). rasullah selalu menerima saran dari para sahabat, meskipun beliau seorang rasul allah beliau tetap mau mendengarkan masukan-masukan dari para sahabat. pernah juga rasulullah mengirimkan sahabat untuk belajar ilmu kedokteran ke bangsa persia yang dimana keyakinan persia adalah bukan islam namun majusi yang mengakui adanya dua tuhan. namun karena beliau menganggap persia memiliki keunggulan beliau tidak malu-malu untuk mengirimkan sahabatnya untuk belajar kedokteran di persia. jadi seperti yang telah dicontohkan rasulullah shallallahu alahi wasallam, meskipun islam adalah agama yang paling benar namun mau mengambil kebaikan dari masyarakat lain yang tidak satu kepercayaan. selain itu jika kita amati banyak sahabat rasulullah yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti bilal yang dari habasyah dan bahkan umar bin khattab yang selalu memusuhi umat muslim, ketika umar ingin masuk islam dengan senang hati rasulullah menerimanya tanpa mencela keburukan-keburukannya yang selalu memusuhi umat muslim bahkan ingin membunuh rasulullah shallallahu alahi wasallam. dari sini kita bisa mengambil suatu pelajaran jika ingin menciptakan masyarakat yang madani jangan pernah merasa menjadi masyarakat yang paling mulia, paling baik dan menganggap yang lain buruk lalu tidak mau menerima masukan dari berbagai pihak.

ciri-ciri yang terakahir, masyarakat madani itu bukanlah masayarakat yang madani (pada atau artinya sama). masyarakat madani itu bukan masyarakat yang hanya menyamai atau mencopy paste ataupun tidak berkembang sama dari masa ke masa. namun masyarakat madani itu selalu terdapat perkembangan dan inovasi. selalu berusaha untuk menghadirkan keunggulan yang tak pernah berhenti. seperti jaman-jaman khulafaur rasyidin yang daerah kekuasaan islam semakin meluas dan banyak dimunculkan berbagai pemikiran baru dalam menjalankan suatu bangsa. jadi selalu ada inovasi-inovasi baru yang selalu dihadirkan dalam masyarakat madani.

jika bangsa ini menginginkan terciptanya masyarakat madani maka sudah terdapat acuan yang jelas untuk mewujudkannya, yaitu masyarakat madinah jaman rasulullah shallallahu alahi wasallam. masyarakat yang selalu dirindukan akan kedantangannya :)

About these ads
 
4 Comments

Posted by on May 5, 2013 in islam

 

Tags: , ,

4 responses to “Masyarakat Madani

  1. Tina Latief

    May 11, 2013 at 8:37 pm

    menurutmu kalau sistem masyarakat madani diterapkan di Indonesia sekarang sesuai engga?
    kira-kira gimana tanggapan dari masyarakat lainnya yang bukan beragama islam atau yang islamnya masih tergolong ke berbagai jenis golongan..?

     
    • ilhamasmara

      May 11, 2013 at 9:00 pm

      kamu tahu bagaimana negara barat yang mayoritas non islam bisa maju seperti ini?
      bukankah itu karena para pemikir-pemikir islam terdahulu yang selalu memeberikan inovasi-inovasinya? :)
      di islam juga berlaku adil kok kepada setiap umat manusia tanpa membedakan agama.
      dulu aku juga pernah baca, dijaman kekhilafahan malah orang-orang non muslim jauh merasa aman, dan diperlakukan adil itu karena masyarakat islam itu bukan masyarakat yang medeni :)

       
      • Tina Latief

        May 11, 2013 at 9:33 pm

        tapi tantangannya berat juga loh ham, waktu itu aku diskusi sama seniorku. Sebenarnya kalau diterapin sekarang pasti timbul gejolak dari brbagai daerah yang kemungkinan menimbulkan disintegrasi. Tapi sisi lain mengatakan kalau ngga dimulai dari sekarang, maka di Indonesia tidak akan pernah muncul apa yang disebut masyarakat madani :)

         
      • ilhamasmara

        May 12, 2013 at 1:34 pm

        yaa memang tidak bisa untuk membuat semua orang setuju atau sependapat :) itulah risiko yang harus dihadapi, tapi lambat atau cepat pasti masyarakat seperti itu akan terbentuk, hanya tinggal menunggu waktu :)
        ini banyak kaitannya sama sistem khilafah yang sekarang mulai disebarluaskan penerapannya. karena masyarakat madani tak akan jauh dari tegaknya agama islam :)

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,179 other followers

%d bloggers like this: