BBM bersubsidi jadi naik (lagi)

Bangun pagi dikejutkan dengan kabar BBM bersubsidi naik. Lihat disocial media ada berbagai respon dari naiknya BBM bersubsidi. Ada yang mengungkapkan kekesalan, ada juga yang legowo menerima kenaikan BBM bersubsidi ini. Toh pada akhirnya meskipun kesel BBM bersubsidi naik kita juga tetep beli kan?🙂

BBM bersubsidi naik ini sudah menjadi sebuah fakta bukan hanya wacana lagi. Dan kita sebagai rakyat biasa tidak bisa merubah fakta atau kebijakan ini. Mau kita kesel lantas menuangkan kekesalan kita ke social media juga gak akan ngaruh sama kenaikan BBM bersubsidi ini. Justru kekesalan inilah yang akan semakin memperburuk keadaan kita. Mengungkapkan kekesalan itu kita banyak mengeluarkan energi negatif. Lalu apa akibatnya? Ingat ada nasihat bijak mengatakan “apa yang kamu tanam, maka itu pula yang akan kamu panen. apa yang kamu berikan, itulah yang akan kami terima.” kamu mengeluarkan energi negatif, bukan berarti energi negatif akan berkuranh dari dalam dirimu. Namun justru kamu akan banyak menerima energi negatif itu kembali padamu dalam berbagai bentuk. Misalnya kerjaan yang malah jadi semakin ruwet, keluarga yang jadi semakin semrawut dan masih banyak lagi bentuknya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan kebijakan kenaikan BBM bersubsidi ini?
Kita ubah sudut pandang kita melihat kenaikan BBM bersubsidi ini. Bayangkan jika belanja subsidi berkurang? APBN kita bisa dialihkan untuk belanja yang lainnya. Bisa ke pendidikan bisa ke kesehatan atau bisa ke yang lainnya. Akibatnya apa? Bisa jadi rakyat Indonesia semakin sejahtera. Pemerintah pasti menaikan BBM bersubsidi ini bukan asal menaikan saja, pasti ada faktor yang melatarbelakanginya. Dan percayalah pemerintah lebih tau yang terbaik untuk negeri ini dibandingkan kita. Mungkin bukan untuk jangka pendek tapi jangka panjang.

Ingat firman Allah:

“Boleh jadi engkau membenci sesuatu pada hal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS. Al-baqarah : 216)

Naah jadi mungkin kenaikan BBM bersubsidi ini adalah baik untuk kita🙂

Negara kita sedang sakit. Dan sekarang saatnya negara ini meminum obat untuk sehat. Dan obat untuk sehat itu pahit. Tapi pahit untuk menjadi sehat bukannya lebih baik jika dibandingkan kita membiarkan sakit itu terus menerus menjangkiti negara kita?🙂

*saya menulis ini bukan berarti mendukung Jokowi. Hanya mencoba mensikapi dengan pemikiran positif😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s