Surat cinta tentang kematian untuk saudaraku

Saudaraku yang ku cintai karena Allah, ijinkan aku menuliskan surat cinta untukmu🙂

Saudaraku, pernahkah terpikirkan olehmu akan kematian? Yang memutuskan segala kenikmatan dunia? Yang memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai?

Tahukah kamu saudaraku, bahwa sesungguhnya kematian itu sangatlah dekat. Tak kan ada yang bisa menjamin selesai membaca surat cintaku ini engkau masih bisa menghirup udara segar ini. karena kematian itu bisa datang kapan saja. Tak perlu menunggu tua, tak perlu menunggu sakit, dan tak perlu menunggumu siap dengan segala amal kebaikanmu. Kematian siap menghampirimu.

Saudaraku yang ku cintai karena Allah, jika kematian itu begitu dekat denganmu,
mengapa masih berat kakimu untuk melangkah memenuhi panggilanNya namun begitu ringan untuk menuju jalan yang penuh dengan kemaksiatan?
Mengapa lidahmu masih terasa kelu untuk membaca ayatNya namun begitu fasih untuk melantunkan lagu-lagu?
Mengapa kepalamu masih terasa kaku untuk bersujud dihadapanNya?
Mengapa tanganmu masih terasa berat untuk membantu sesama?
Mengapa kamu masih menyibukkan dirimu mencari harta hingga lalai akan perintahNya?
Mengapa kamu begitu mencintai hartamu dibandingkan saudaramu yang tak memiliki harta apapun kecuali baju compang-camping yang dipakainya?
Mengapa hatimu masih merasa malu untuk meneladani rasulullah?
Mengapa mulutmu dengan lancarnya menggunjing saudara muslim kita?
Mengapa kamu masih tega membiarkan saudara seiman kita didzalimi musuh kita?
Mengapa saudaraku?
Tak pernahka terpikirkan olehmu esok maut akan menjemputmu?
Tak pernakah terpikirkan olehmu jika kamu akan menjemput mautmu dalam keadaan penuh dengan dosa-dosa?
Tak pernahkah terpikirkan olehmu bekal apa yang akan kamu bawa untuk menjemput mautmu?
Renungkanlah saudaraku, mautmu sudah menunggumu di depan pintu.
Saat kamu menyibukkan dirimu mencari harta, ingatlah ada yang sedang menenun kain kafanmu.
Saat kamu memalingkan diri dari panggilanNya, ada malaikat maut disampingmu yang menunggu perintahNya untuk mencabut nyawamu.

Saudaraku yang kucintai karena Allah, belum terlambat untuk bertobat mengharap ampunanNya. Jika kita benar-benar memohom ampunan kepadaNya dan menyesali segala perbuatan dosa yang telah kita perbuat dengan senang hati Allah akan mengampunimu. Saudaraku surat ini kutulis untukmu karena cintaku kepadamu. Aku tak ingin engkau menyesal di kemudian hari saat maut sudah menjemputmu. Saudaraku marilah kita meunggu maut kita dengan memperbanyak ibadah kepadaNya. Semoga kita menjemput kematian kita dalam keadaan husnul khotimah.. Dan semoga kita dipertemukan di surga firdausNya..
Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s