Penyesalan di penghujung sepertiga malam terakhir

Ketika adzan subuh dikumandangkan menyeru untuk menunaikan sholat dan menuju kemenangan, ada satu hamba yang mengis sesenggukan didalam sujudnya.
Dia terlena dengan nikmatnya tidur, terlena dengan selimut mimpi yang begitu indah dan tak kuasa untuk melepaskan tiga jeratan syaitan padanya.
Begitu deras air matanya, begitu besar penyesalannya karena dia telah melewatkan suatu waktu yang penuh kemuliaan, melewatkan Allah yang turun ke bumi pada sepertiga malam terakhir untuk mendengarkan doa-doa hambaNya.

Wahai saudaraku yang ku cintai karena Allah, betapa nikmatnya sepertiga malam terakhirNya. Begitu nikmat untuk tertidur pulas menarik kembali selimut yang telah tersingkap dan begitu nikmat pula untuk bersujud dan memanjatkan doa-doa kita kepadaNya. Bagi insan yang beriman dia memilih menikmati dengan berkomunikasi dengan tuhanNya. Melepaskan doa dari mulutnya dengan penuh harap akan dikabulkan oleh sang Pencipta. Dan begitu besar penyesalannya jika dia melewatkan waktu itu.

Saudaraku, bangun di sepertiga malam akhir adalah suatu rahmat yang tak terhingga bagi insan yang beriman. Tanyakan pada diri kita masing-masing apa yang menjadikan Allah tak memberikan rahmatNya itu kepada kita.
Apakah dosa-dosa kita?
Apakah karena perbuatan zina dan maksiat kita?
Apakah karena kita masih sering melalaikan perintahNya?
Mari kita lihat kedalam hati kita, masih adakah setitik iman yang belum ternoda?
Saudaraku, jika engkau datang padaNya dengan dosa sebesar bumi, maka Allah akan memberikanmu ampunan yang sebesar dua bumi. Masih ada kesempatan untuk bertaubat dan mengharapkan rahmatNya.
Sesali dalam diri jika kita masih sering melewatkan sepertiga malam terakhirNya dengan beribadah. Datangkan rasa penyesalan yang begitu dalam. Dan bulatkan tekad untuk menggerakkan diri kita agar bisa bangun disepertiga malam terakhirNya.

Saudaraku yang ku cintai karena Allah, semoga Allah menjadikan engkau seorang yang ahli tahajjud, semoga Allah memberikan rahmat dan kenikmatan sepertiga malam terakhirNya padamu. Dan semoga kita semua tetap istiqomah dalam melaksanakan ibadah ini

Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s